Sabtu, 23 Januari 2010

MASIH PERLUKAH BAYI DIBEDONG?

Vera Farah Bararah - detikHealt

Jakarta, Tradisi membedong bayi yang baru lahir, belakangan mulai banyak ditinggalkan. Membedong bayi dianggap bisa mengganggu saraf motorik bayi karena si mungil jadi tidak bebas bergerak. Masih perlukah bayi dibedong?

Tradisi membedong bayi lebih banyak ditemui di masyarakat Asia. Kebanyakan masyarakat percaya bahwa dengan membedong bayi akan membuat kakinya menjadi lurus.

Namun dengan pesatnya informasi, para ibu muda mulai membandingkan perlakuan bayi di negara-negara maju yang tanpa dibedong justru membuat bayinya lebih lincah dan kaki si bayi pun tetap lurus-lurus saja.

"Secara normal bayi yang baru lahir kakinya memang bengkok itu karena selama dikandungan posisinya selalu meringkuk,tapi nantinya kaki bayi akan lurus dengan sendirinya," ujar Dr Dewi K Utama, SpA saat dihubungi detikHealth, Minggu (24/1/2010).

Dr Dewi menuturkan, manfaat bayi dibedong sebenarnya agar bayi menjadi lebih kalem dan nyaman. Karena beberapa bayi terkadang membutuhkan waktu transisi atau adaptasi antara keadaannya di dalam rahim dengan lingkungan.

Saat di dalam rahim ibunya bayi tidak leluasa bergerak, sedangkan saat sudah lahir bayi menjadi kaget karena bisa bergerak lebih leluasa. Reaksi kaget ini disebut dengan refleks morro.

"Jika bayi dibedong saat masih dalam masa neonatal atau hingga usia 40 hari, maka bayi akan merasa seperti saat terpeluk di dalam rahim ibunya dimana bayi merasa aman dan nyaman," ujar Dr Dewi.

Tapi dia mengingatkan sebaiknya orangtua tidak asal membedong bayinya, karena jika bedongannya terlalu kuat atau tebal bisa berbahaya bagi bayi itu sendiri.

Jika udara disekitar panas dan orangtua membedong bayi secara ketat akan membuat bayi menjadi kepanasan (overheat). Hal ini bisa mempengaruhi sistem saluran pernapasan dari bayi tersebut.

Membedong juga tidak perlu keseluruhan tubuh bayi. Bedonglah bayi mulai dari bahu bayi hingga kakinya, dan juga bedongan bayi sebaiknya agak sedikit longgar agar bayi masih bisa sedikit bergerak.

"Sebaiknya setiap 2 jam orangtua mengecek kondisi bayinya dan jangan membedong bayi terlalu lama. Kalau bayi terlihat berkeringat maka ini menjadi tanda bahwa bayi merasa kepanasan, karenanya lebih baik melepas terlebih dahulu bedongannya," ujar dokter yang berpraktik di RS Bunda Menteng, Jakarta.

Jika setelah mandi bayi diberikan pakaian dari bahan katun dan dibedong dengan kain yang tidak panas, maka ini bisa membuat bayi merasa nyaman sehingga bayi akan tidur dengan lebih nyenyak dan tenang.

Kalau bayi memang senang dibedong, maka tak ada salahnya untuk selalu membedong bayi. Tapi sebaiknya jika bayi sudah mulai aktif bergerak orangtua tak perlu membedong seluruh tubuhnya biarkan tangan bayi keluar agar bisa bergerak-gerak. Namun jika bayi tidak merasa nyaman untuk membedong, orangtua jangan memaksanya.

"Perlu atau tidaknya bayi dibedong, tergantung dari karateristik si bayi. Jika bayi merasa lebih nyaman dan senang dengan dibedong, ya tidak apa-apa diteruskan. Tapi kalau bayi tidak merasa nyaman, orangtua tidak perlu memaksa," tambahnya.

Membedong boleh-boleh saja semasa transisi bayi agar dia tetap merasa nyaman seperti dikandungan. Bayi yang dibedong juga memudahkan ibu untuk menyusui.

Tapi membedong bukanlah untuk meluruskan kaki bayi. Jika bayi tidak kaget-kaget lagi ketika tidur itu tanda si bayi sudah mulai beradaptasi dan penggunaan bedong sebaiknya jangan terlalu sering agar otot motoriknya bisa bergerak maksimal.(ver/ir)

MIMPI MALAM JUM'AT

Category: Bobodoran Sunda

Orang Jawa dengan menggunakan bahasa sunda tetapi logatnya memakai bahasa Jawa bercerita kepada Orang Sunda tentang mimpinya di malam Jum'at.

Orang Jawa : "Mas abdi wengi ngimpen

Orang Sunda : "ngimpen naon mas?"

Orang Jawa : "Ngimpen bobo jeung nu geulis."

Orang Sunda : "Kumaha dina jero impenannana?"

Orang Jawa : "Pokona endah pisan ngan pas abdi gugah nu geulis teh hento aya, pan abdi teh kesel ah abdi teh bobo deui we."

Orang Jawa : "Eh ngimpen deui."

Orang Sunda : "Bari kerung, ngimpen naon deui mas?"

Orang Jawa : "Ngimpen gaduh acis seueur pisan. Pas abdi gugah dicabakan dina pesak calana, acisna hento aya ah abdi teh kesel bobo deui we."

Orang Jawa : "Eh abdi ngimpen deui"

Orang Sunda : "Ngimpen naon deui mas?"

Orang Jawa : "Ngimpen ee"

Orang Sunda : "Kumaha tah?"

Orang Jawa : "Pas abdi gugah, dicabak teh aya ee teh. Hahahahahahaha...."
Sent by: Joe Saimima on Oct 1st, 2009 Rating: 3.41 (22 votes) AddThis

Senin, 18 Januari 2010

DIET VEGETARIAN TAK SELAMANYA BIKIN SEHAT

Nurul Ulfah - detikHealth

Jakarta, Menjadi seorang vegetarian adalah pilihan hidup yang sehat. Bahkan orang vegetarian yang tidak memasukkan daging dalam menu makannya itu disebut-sebut bisa berumur panjang dan lebih awet muda. Tapi hati-hati, diet ini juga bisa memicu kekurangan nutrisi, penurunan fungsi saraf bahkan kematian.

Seperti yang dialami penyanyi Glen Fredly yang mengaku mengalami masalah pencernaan akibat diet vegetarian. Gara-gara bobot tubuhnya yang turun drastis, penyanyi berdarah Ambon ini sempat diisukan menderita penyakit berbahaya.

"Jujur, memang saya sempat kronis karena masalah pencernaan, lantaran saya sempat vegetarian. Hal itu membuat saya jatuh dan drop karena energi yang dikeluarkan tidak sesuai dengan apa yang saya peroleh," kata Glen dalam 'Peluncuran Album dan Konser Lovevolution'.

Vegetarian adalah orang yang tidak mengonsumsi daging. Seperti dikutip dari Betterhealth, Senin (18/1/2010), vegetarian terdiri dari tiga tipe, yaitu Lacto-ovo vegetarians, yakni orang yang menghindari makan daging tapi makan produk hasil atau turunannya seperti telur atau susu.

Tipe kedua adalah Lacto-vegetarians, yaitu orang yang menghindari daging dan telur tapi tidak produk-produk susu atau mentega. Tipe terakhir adalah Vegans, yaitu seseorang yang benar-benar hanya mengonsumsi makanan yang berasal dari tanaman dan sama sekali tidak makan daging atau produk turunannya.

Manfaat menjadi seorang vegetarian sudah banyak dibuktikan dalam beberapa studi, diantaranya bisa mengurangi risiko obesitas, penyakit jantung, hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes dan beberapa tipe kanker.

Bahkan menurut Walter Breuning, orang tertua di dunia, rahasia umur panjangnya yang kini mencapai lebih dari 113 tahun adalah banyak mengonsumsi sayur dan buah.

Namun diet vegetarian tak selamanya sehat karena bisa menimbulkan risiko kekurangan mineral dan vitamin dari protein.

"Yang lebih banyak dibatasi dalam diet vegetarian adalah protein, vitamin dan mineral yang berasal dari produk-produk hewani. Untuk itu, asupan itu harus diperhatikan agar tubuh tidak kekurangan zat tersebut," ujar Dr dr Saptawati Bardosono, ahli gizi FKUI saat dihubungi detikhealth, Senin (18/1/2010).

Menurut dokter yang juga Sekjen Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), seringkali terjadi kekurangan protein, zat besi, zink, kalsium dan zat lainnya yang banyak didapat dari daging, telur atau susu yang akhirnya menyebabkan daya tahan tubuh seseorang menurun.

"Untuk itu, pemilihan produk nabati harus sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi semua kebutuhan zat gizi, yaitu tetap dengan asupan seimbang untuk sumber kalori dari karbohidrat (makanan pokok), lemak (minyak nabati) dan dari protein (lauk pauk produk kacang)," tuturnya.

Meski tidak mendapatkan protein hewani, vegetarian bisa tetap mendapatkan protein dari bahan nabati seperti kacang-kacangan, biji-bijian, sereal dan yang paling baik yaitu mengonsumsi kedelai. Kedelai adalah sumber protein dengan asam amino paling lengkap sehingga sering dijuluki 'The Protein Hope of The Future'.

Namun yang harus diwaspadai ketika seseorang tidak makan daging sama sekali adalah kekurangan vitamin B12 yang bisa menyebabkan penurunan fungsi otak hingga kematian. Untuk itu, seseorang yang menjalankan diet vegetarian sebaiknya rajin mengonsumsi suplemen vitamin B12.

Jika seseorang memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian, Dr Tati menyarankan agar melakukannya setelah melewati masa pubertas.

"Untuk alasan kesehatan, sebaiknya dimulai setelah usia pubertas karena saat itu proses tumbuh kembangnya sudah selesai sehingga tidak akan menggangggu pertumbuhannya. Tapi bila dasarnya agama biasanya dimulai sejak usia anak-anak," ujar Dr Tati.(fah/ir)

Jumat, 01 Januari 2010

KURANGI KEBIASAAN MAKAN BERLEBIH DI 2010

Irna Gustia, Nurul Ulfah - detikHealth

Jakarta, Berapa banyak resolusi sehat di 2010 yang Anda buat? Daripada terbebani dengan banyak target kenapa tidak mencoba melakukan yang paling gampang. Mulailah hindari makanan yang berlebih di 2010.

Bukan lagi rahasia umum, kalau kebiasaan makan berlebihan bisa menimbulkan risiko penyakit seperti diabetes, obesitas atau penyakit kardiovaskular.

Tapi kenyataannya, mengubah pola makan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan terutama bagi yang sudah terbiasa dengan makanan tertentu yang ternyata banyak mengandung kolesterol (lemak).

Aktifitas sehari-hari yang banyak menyita waktu sering kali membuat seseorang tidak sempat memilih dan mengatur berapa makanan yang sudah dikonsumsi. Tanpa disadari, makanan yang masuk banyak yang berlebihan dan mengandung kolesterol.

Memasuki waktu istirahat siang di kantor misalnya, kadang menjadi dilema dalam memilih menu makan yang akan dikonsumsi. Begitu banyak pilihan makanan yang disajikan setiap rumah makan yang dekat dengan kantor, tapi jarang sekali tersedia makanan yang benar-benar sehat, sayuran misalnya.

Kalau sudah begini jangan kaget jika kadar kolesterol (lemak jahat) meningkat gara-gara kebiasaan makan makanan yang kurang serat dan berlebihan. Consensus Conference on Cholesterol mengatakan seseorang sudah dianggap tinggi atau hiperkolesterolemia apabila kolesterol total dalam darahnya melebihi 200 mg%.

Ancaman penyakit jantung koroner dua kali lebih besar terhadap orang-orang yang mempunyai kadar kolesterol 200-240 mg% dibanding dengan yang kadar kolesterolnya di bawah 200 mg%. Bahkan ancaman tersebut akan meningkat menjadi empat kali lebih besar apabila kadar kolesterol mencapai di atas 300 mg%.

Seperti dikutip Myhomeidea, Sabtu (2/1/2010), mulailah hindari makanan berkalori tinggi jika mendekati waktu tidur dan ganti camilan yang tidak sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah adalah satu awal yang baik untuk membuat tubuh lebih sehat di 2010.

Kebiasaan makan dalam porsi besar, habis makan langsung duduk saja atau tidur, sering mengemil makanan kalori tinggi seperti makanan manis, lemak, goreng-gorengan adalah salah faktor pemicu penimbunan lemak di tubuh. Para pakar kesehatan tidak melarang makan enak asalkan setelah makan diimbangi dengan aktivitas fisik.

Mulailah mengurangi porsi makan yang besar dengan kebiasaan berikut:

1. Membiasakan sarapan karena makan pagi sangat penting untuk mengurangi rasa kelaparan di siang hari yang memicu orang makan banyak.

2. Disela-sela makan 3 kali sehari agar tidak tersiksa godaan mengemil, Anda masih bisa menyelingi dengan makan buah sebagai ganti makanan gorengan atau yang manis-manis.

3. Hindari stres karena bisa memicu seseorang makan tanpa terkontrol

4. Kurangi sodium dan banyaklah minum air putih. Sodium tak hanya ada pada makanan yang asin tapi makanan kaleng juga banyak mengandung sodium yang malah mengikat air dalam tubuh dan membuat perut terlihat lebih bergelambir.

5. Jangan makan terlalu cepat karena dengan makan cepat orang cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak dibanding orang yang makan dengan santai.

6. Usahakan tidak makan berat 1-2 jam sebelum tidur.

Kalori yang masuk ke dalam tubuh harus dijaga untuk bisa memberikan hasil yang baik. Bagi orang yang berdiet sebaiknya pola makan mengandung 1.000 kalori, 60 gram protein, 145 gram karbohidrat dan 21 gram lemak. Asupan ini termasuk dalam sarapan, makan siang, makan malam dan camilan.

(ir/ir)

Kamis, 26 November 2009

Makin Dini Pacaran Makin Depresi dan Sakit-sakitan

Nurul Ulfah - detikHealth

Jakarta, Jangan dulu pacaran kalau masih kecil. Begitu nasihat yang sering disampaikan orangtua pada anaknya yang masih remaja. Ternyata nasihat orangtua itu didukung oleh peneliti, semakin dini seseorang menjalin cinta semakin besar risiko sakit hati, depresi bahkan sakit-sakitan.

Dalam Journal of Pain, peneliti dari Universite de Montreal, University Hospital Center dan McGill University menemukan anak remaja yang mulai pacaran sejak usia dini lebih banyak mengalami sakit kepala, perut dan pinggang. Mereka juga dilaporkan lebih banyak depresi dibanding rekan seusianya yang belum pernah pacaran.

Dr Isabelle Tremblay, seorang peneliti dari Universite de Montreal serta Dr Michael Sullivan, seorang profesor psikolog dari McGill University telah melakukan studi untuk mengetahui pengaruh menjalin hubungan sejak dini terhadap kesehatan seseorang.

Sebanyak 382 pelajar remaja berumur rata-rata 12 hingga 17 tahun di Kanada direkrut sebagai partisipan penelitian. Mereka diminta untuk mengisi kuesioner tentang frekuensi dan intensitas mengalami gangguan emosi serta fisik dan juga usia awal mengenal cinta.

Hasilnya yaitu, seseorang yang mengenal cinta lebih dini cenderung menjadi pribadi yang rapuh, sakit-sakitan, merasa tidak aman dan mudah depresi. "Gejala itu berkembang dari sejak masih kanak-kanak, lalu remaja dan akhirnya ketika dewasa," ujar Sullivan seperti dilansir Sciencedaily, Kamis (26/11/2009).

Peneliti belum sepenuhnya mengerti mengapa hal itu bisa terjadi. Namun, kesimpulan yang dinyatakan peneliti adalah, seseorang yang menjalin hubungan sejak dini, contohnya remaja, akan memiliki alarm rasa sakit yang lebih tinggi, terutama jika remaja itu menjalin hubungan yang buruk dengan pasangannya.

"Mereka punya kecenderungan tingkat rasa sakit yang lebih mendalam. Mereka benar-benar meresapi perasaan buruk seperti sedih atau kesal karena secara psikologi mereka sudah mengenalnya ketika berhubungan dengan pasangannya,"jelas Sullivan.

Tapi akibat terlalu mendalami perasaan sedih dan emosional itu adalah depresi dan penyakit lainnya. "Karena terlalu sedih atau marah, perasan depresi pun bisa muncul. Akibatnya mereka jadi tidak mau makan, kurang tidur atau tidak mau melakukan apa-apa. Dari situlah muncul penyakit-penyakit seperti pusing, sakit perut dan lainnya," jelas Sullivan.

Mereka yang mengenal cinta dan mengalami masalah dalam berhubungan dengan pasangan lebih dulu memiliki pandangan yang lebih serius dan sikap yang lebih tertutup. Hal itu memicu perasaan stres dan penyakit fisik lainnya.

Sementara itu, mereka yang belum menjalin cinta pada usia dini cenderung lebih ekspresif dan lebih banyak bersosialisasi dengan yang teman-teman lainnya sebagai bentuk mencari dukungan pada saat mereka sedih atau tidak ada masalah.(fah/ir)

KENAPA MAKAN KAMBING BIKIN TENSI NAIK?

Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Makan kambing saat hari raya kurban sudah jadi tradisi. Tapi jangan sampai kebanyakan makan kambing atau daging karena tekanan darah bisa naik tinggi. Kenapa makan kambing cepat bikin tensi naik?

Daging kambing yang dikonsumsi memang bisa menyebabkan tekanan darah seseorang menjadi tinggi, apalagi jika orang tersebut sudah memiliki riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi). Naiknya tekanan darah ini disebabkan oleh energi yang dihasilkan dari daging kambing yang dikonsumsi tersebut sangat tinggi.

"Dalam 100 gram daging kambing yang dibuat sate bisa menghasilkan energi sebanyak 150 kalori. Kalori yang masuk ini akan diubah menjadi lemak tubuh," ujar Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, saat dihubungi detikHealth, Jumat (27/11/2009).

Dokter yang akrab disapa Tati ini menjelaskan jika 100 gram daging kambing dijadikan gulai maka akan menghasilkan kalori sebesar 125 kalori. Sedangkan jika diolah menjadi sop kambing akan menghasilkan kalori sebesar 35 kalori karena orang tidak hanya makan dagingnya saja tapi juga beserta kuah sop dan sayuran di dalamnya.

Sedangkan cara yang paling aman untuk mengkonsumsi daging kambing adalah dengan mengonsumsinya bersama sayuran seperti tomat, wortel atau kentang untuk mengurangi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.

"Jadi kalau makan sate kambing, acarnya juga dimakan jangan hanya dijadikan hiasan saja. Sedangkan bagi penderita hipertensi lebih baik tidak makan sama sekali, karena daging kambing itu sangat gurih jadi pasti susah untuk membatasinya," ujar dokter Tati.

Hal yang menyebabkan daging kambing menjadi sangat gurih adalah lemak yang terdapat dalam daging tersebut. Karena jika dilihat melalui mikroskop, daging kambing itu sendiri sebenarnya dilapisi oleh lemak. Ini karena kambing merupakan salah satu binatang yang jarang gerak sehingga dagingnya banyak mengandung lemak.

Selain menyertakan sayuran dalam mengonsumsinya, sebaiknya masyarakat tidak makan lemak yang berwarna putih dari daging kambing itu serta kurangi kue kering yang manis dan sirup-sirup yang bisa menambah jumlah kalori dalam tubuh.

"Untuk membakar 150 kalori yang berasal dari 100 gram daging kambing saja, seseorang harus berlari lebih dari satu jam," ungkap staf departemen ilmu gizi dan juga dosen di FKUI ini.

Untuk itu bagi penderita darah tinggi sebaiknya mengonsumsi daging putih saja seperti ikan atau ayam, karena mengandung lemak yang sedikit. Bagi pecinta daging kambing jangan lupa untuk mengonsumsi sayuran dan berolahraga setelah makan untuk mengurangi jumlah kalori dan lemak yang masuk ke dalam tubuh.

(ver/ir)

Selasa, 24 November 2009

STRATEGI BELAJAR

Strategi belajar bersifat individual, artinya strategi belajar yang efektif bagi diri seseorang belum tentu efektif bagi orang lain. Untuk memperoleh strategi belajar efektif, seseorang perlu mengetahui serangkaian konsep yang akan membawanya menemukan strategi belajar yang paling efektif bagi dirinya.

Konsep belajar mandiri
* Menyadari bahwa hubungan antara pengajar dengan dirinya tetap ada, namun hubungan tersebut diwakili oleh bahan ajar atau media belajar.
* Mengetahui konsep belajar mandiri.
* Mengetahui kapan ia harus minta tolong, kapan ia membutuhkan bantuan/dukungan.
* Mengetahui kepada siapa dan dari mana ia dapat memperoleh bantuan/dukungan.

Media belajar
* Mengetahui kapan ia perlu mempergunakan media belajar.
* Menyadari bahwa ia harus mengetahui cara mempergunakan media BJJ.

Strategi belajar efektif
* Mengetahui berbagai strategi belajar yang efektif

* Konsep Belajar Mandiri
Belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri. Seringkali orang menyalahartikan belajar mandiri sebagai belajar sendiri. Kesalahpengertian tersebut terjadi karena pada umumnya mereka yang kuliah di UT cenderung belajar sendiri tanpa tutor atau teman kuliah. Belajar mandiri berarti belajar secara berinisiatif, dengan ataupun tanpa bantuan orang lain, dalam belajar.

Sebagai mahasiswa yang mandiri, Anda tidak harus mengetahui semua hal. Anda juga tidak diharapkan menjadi mahasiswa jenius yang tidak membutuhkan bantuan orang lain. Salah satu prinsip belajar mandiri adalah Anda mampu mengetahui kapan Anda membutuhkan bantuan atau dukungan pihak lain. Pengertian tersebut termasuk mengetahui kapan Anda perlu bertemu dengan mahasiswa lain, kelompok belajar, pengurus administrasi di UPBJJ, tutor, atau bahkan tetangga yang kuliah di universitas lain. Bantuan/dukungan dapat berupa kegiatan saling memotivasi untuk belajar, misalnya, mengobrol dengan tetangga yang kuliah di universitas lain, seringkali dapat memotivasi diri kita untuk giat belajar. Bantuan/dukungan dapat juga berarti kamus, buku literatur pendukung, kasus dari surat kabar, berita dari radio atau televisi, perpustakaan, informasi tentang jadwal tutorial, dan hal lain yang tidak berhubungan dengan orang.

Yang terpenting adalah Anda mampu mengidentifikasi sumber-sumber informasi. Identifikasi sumber informasi ini dibutuhkan untuk memperlancar proses belajar Anda pada saat Anda membutuhkan bantuan atau dukungan.

* Media Belajar
Salah satu ciri utama belajar jarak jauh adalah penggunaan media belajar. Media belajar utama di UT adalah bahan ajar cetak yang dikenal sebagai modul modul. Masing-masing media mempunyai kelebihan dan kekurangan. Anda dapat memilih media mana yang sesuai untuk mendukung belajar Anda. Klik Belajar Efektif dengan Media untuk mengetahui lebih jauh mengenai media belajar. Pada topik tersebut, Anda akan memperoleh informasi mengenai kiat-kiat memaksimalkan penggunaan media untuk kepentingan belajar

Penggunaan media untuk kepentingan belajar ini juga merupakan salah satu bentuk strategi belajar. Sebagai contoh, media audio akan sangat membantu bagi orang yang memiliki gaya belajar "auditorial". Penjelasan lebih lanjut mengenai gaya belajar dapat Anda peroleh pada topik Mengenali Gaya Belajar.

Penggunaan media untuk belajar sering dianggap aneh karena tidak biasa bagi mereka yang terbiasa belajar tatap muka. Pada proses belajar jarak jauh, penggunaan media bukan sesuatu yang aneh. Sebagai mahasiswa UT bagaimana jika Anda mencoba mengenali media-media belajar yang disediakan UT? Siapa tahu Anda akan merasa lebih mudah untuk belajar melalui media pendukung tersebut? Siapa tahu juga, media pendukung tersebut dapat menjadi strategi belajar yang efektif bagi Anda?

* Strategi Belajar Efektif
Adanya jarak secara fisik antara pengajar dan mahasiswa, membuat beberapa fungsi pengajar tidak berperan, seperti misalnya fungsi pengajar dalam memberikan materi ajar pada saat perkuliahan atau fungsi pengajar dalam mendisiplinkan mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan. Fungsi-fungsi pengajar semacam itulah yang tidak ada pada sistem BJJ, sehingga harus disiasati sendiri oleh mahasiswa BJJ melalui strategi belajar. Misalnya, Anda harus pandai membuat jadwal untuk membaca bahan ajar, melalui modul atau media lain, sebagai salah satu cara berkomunikasi dengan pengajar. Materi ajar mewakili pengajar karena materi ajar merupakan hasil pemikiran pengajar. Anda juga harus mensiasati diri sendiri untuk berdisiplin melaksanakan jadwal yang telah Anda buat. Jika mahasiswa pada umumnya harus berdisiplin pergi ke kuliah, maka Anda dapat merencanakan sejumlah waktu yang sama untuk dipakai membaca modul. Anda justru beruntung karena dapat belajar di mana saja. Yang harus Anda lakukan adalah berdisiplin untuk menentukan kapan saat belajar.

Merencanakan strategi belajar merupakan keterampilan khusus yang perlu dikembangkan mahasiswa BJJ. Sebagai mahasiswa BJJ, Anda tidak dapat menggunakan kebiasaan belajar tatap muka jika ingin berhasil. Jika Anda membawa kebiasaan belajar tatap muka untuk belajar pada sistem BJJ, maka Anda akan mengalami berbagai kesulitan. Sebagai contoh, Anda mungkin terlalu sibuk bekerja sehingga lupa belajar. Anda juga dapat terjebak pada kegiatan rutin di rumah seperti mengurus anak, arisan, rapat RT; sehingga Anda tidak terampil untuk mensiasati waktu belajar Anda. Dalam proses belajar jarak jauh, tidak ada orang (guru/dosen) yang membantu Anda untuk mengingatkan atau menyuruh Anda belajar selain diri Anda sendiri. Hanya diri Anda yang dapat memicu dan memacu proses belajar Anda.

Kebiasaan belajar tatap muka tidak mudah diganti begitu saja. Oleh karena itu, mahasiswa BJJ perlu belajar mengenai keterampilan khusus yang dapat membantu Anda untuk belajar mengenai bagaimana caranya belajar. Dengan mempelajari berbagai keterampilan khusus dalam belajar ini, maka Anda akan dapat mensiasati belajar dalam sistem BJJ, seperti Universitas Terbuka.